Ilustrasi Rokok 5 (Liputan6.com/M.Iqbal)
Saat peluncuran iklan layanan
masyarakat (ILM) 'Berhenti Menikmati Rokok Sebelum Rokok Menikmatimu' di
Blitz Megaplex, Pacifik Place, Jumat (10/10/2014) Menteri Kesehatan
Republik Indonesia, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH terkesan dengan sebuah
slogan yang tertulis di kais seorang gadis yang bunyinya 'Anak Bukan
Asbak Rokok'.Menurut Menkes, memang sudah sepatutnya para perokok tidak menjadikan seorang anak atau pasangannya sebagai 'asbak', sehingga mesti menanggung dampak atas asap rokok yang tidak diisapnya.
Dari data riset kesehatan dasar (Riskesdas) mengenai kesehatan lingkungan, jelas Menkes, menyebutkan bahwa salah satu pembunuh dan penyakit terbesar nomor satu di dunia adalah polutan karena udara kotor. Dan dari semua itu yang patut diwaspadai adalah polusi dalam rumah.
"Ternyata, polusi yang diakibatkan oleh asap rokok yang di rumah paling banyak menyebabkan penyakit," kata Menkes menerangkan.
Maka itu, jika di dalam rumah terdapat seorang bayi atau anak, apalagi jika bayi itu sedang menyusui, sebaiknya tidak merokok di dalam rumah. Bahkan jika ingin merokok, carilah tempat yang letaknya jauh dari rumah. Sebagai orangtua, ciptakanlah lingkungan bebas asap rokok di rumah.
"Jita orangtua tetap saja merokok di dalam rumah, itu artinya kita meracuni anak itu dengan sengaja," kata Menkes.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar